Langsung ke konten utama

rewind campily squad

Izinkan saya sekilas mengulas 2 tahun yang akan selalu terkenang di hati kita. Semoga ini mewakilkan kita.

7 September 2019, kali pertama udara kampili menyambut kedatangan perantau ini.

Kami datang dari tanah sumatra, tanah borneo, tanah jawa, dari kepulauan nusa tenggara, gugusan pulau pulau maluku, serta dari tanah papua. Tak kami sangka setelah apel penerimaan cuti kami disiram air keran oleh bapak pamong pengasuh saat itu yaitu Bapak Saprudin. PDH yang basah kuyup menandai bahwa perjuangan kita di tanah daeng telah dimulai.  

Hari demi hari kita lalui, langit sulsel yang bersih dan matahari yang terik selalu menemani kita saat berbaris di depan gedung nusantara menza. Ajang ini mungkin jadi tempat beberapa dari kami untuk melihat wajah wajah 399 orang rekan kita. Sesekali ada yang saling curi pandang, (ya tau lah demi menjaga keselamatan di kontingen masing-masing) hahaha.

Masuk ke gedung menza, makan tak hanya makan saja, pamong pengasuh sering berkata di tempat ini lah tempat terjadinya internalisasi nilai nilai, oh memang betul, semenit saja telat masuk gedung ini bisa jadi panjang urusannya, sekali nya berisik di gedung ini praja putra akan mengangkat kursi kursi besi yang sudah berkarat itu, sekalinya tidak menghabiskan nasi di dp akan ditambah satu tempat nasi lagi, sekali berisik karena terlampau asik berbicara akan dipermalukan di depan satu angkatan, yaa, begitulah kita diajarkan dewasa di tempat ini “apapun yang kita perbuat akan menuai sebuah resiko.”

Sesekali masa-masa apel malam menjadi momen yang mendebarkan, koreksi yang menumpuk hingga sikap yang tak kunjung berubah membuat pamong pengasuh pun bertindak. Dengan cepat kami mengambil sikap berlutut, lalu kami jalan jongkok mengelilingi parade, hingga PDH yang baru satu kali dipakai ini basah kuyup dengan keringat..

Terkadang jiwa muda kami pun memuncak, rasa bosan datang, lalu munculah ide ide yang mungkin tidak kita fikirkan matang-matang, dan terjadilah pelanggaran. Saking banyaknya yang terjadi di angkatan kami, bapak arham sampai berkata “saya bingung dengan angkatan kalian, kata kata kami hanya lewat saja, seperti anjing menggonggong kafilah berlalu”

masa masa pengkaderan, adalah masa yang tak mau diulang tapi manis jika dikenang.

Gita Abdi Praja, UKP yang pendaftarnya mencapai separuh dari jumlah praja di sulsel ini, semua berusaha untuk jadi yang terbaik. Berganti dengan macam macam stel pakaian yang random dalam beberapa hitungan, kehebohan sokam yang ikut dag dig dug untuk menyiapkan perlengkapan..

Ada juga PASTI yang identik dengan dinas luarnya dan untuk melalui itu kami rela untuk menahan panas teriknya matahari sulsel untuk “pembayatan”.. teriakan2 dari sokam sokam membuatku melupakan kepenatan saat pengkaderan, maaf sokam jika aku membuatmu kesal dan tak sempat mengucapkan terima kasih saat itu.. Banyak sekali bentuk perjuangan yang sudah kita lewati.

Tak lupa, Pengkaderan DPP lanjut pengkaderan instansi, kita memilih sesuai apa yang kita senangi dan ingin kita tekuni. Tiap dari kita pasti telah merasakan perjuangan yang sungguh tidak mudah, coba ingat ingat itu, talikurmu itu bukan hanya sekadar tali yang meliuk liuk, kawan.. itu merupakan perjuangan 😊

Pelaksaan demokrasi untuk pertama kalinya di sini berjalan dengan baik, kemudian terpilihkan azrul sebagai ketua DPP lalu beberapa setelah itu terpilihlah Faridhil sebagai senapati MKP periode 2019/2020. Banyak acara yang telah kita lalui, salah satunya yang paling berkesan yaitu dies natalis angkatan kita yang pertama. Tak berapa lama setelah itu, pada bulan Maret terjadilah kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Bulan itu merupakan kali terakhir kita merasakan pesiar. Yaa semuanya pun mulai berubah. Menza sudah tak lagi di gedung nusantara. Solat berjamaan mulai di kloter, aturan barisan yang tak berbentuk pleton pada umumnya, penerapan jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker mulai harus dibiasakan di kampus,

Hingga sampailah kita pada bulan suci ramadhan yang ditunggu tunggu oleh rekan rekan muslim, rasa sedih pasti menyelimuti hati kita, harus melewati bulan penuh berkah ini dengan rasa yang serba terbatas. Tak ada yang namanya cuti lebaran, tak tahu kapan akan cuti, dan tak mau berharap kapan cuti. Tapi tak mengapa toh kita bersedih bersama-sama. Yang bisa diperbuat hanyalah saling menguatkan satu dan yang lain, berbagi kesedihan dan saling memberikan semangat satu sama lain. Karena, bagaimanapun protokol kesehatan harus menjadi garda utama.

Hari- hari berlalu, tibalah kepada momen untuk menyematkan dek baru ke pundak kita. Bertambahlah satu bintang. Ya Tuhan/Ya Allah kami sangat bersyukur. Walaupun salah satu rekan kita Moniq, harus melewati jalan yang berbeda dari kita. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan rahmat kepadanya.

Periode kepemimpinan faridhil-dicky pun usai, demokrasi pun harus tetap dilakukan dengan baik, amanah senapati periode kedua disematkan kepada Hindarto Hidayat. *applause*

November 2020, sekali lagi angkatan kita kehilangan salah satu pendekarnya, rekan kita, fadhil harus mundur dari pertempuran ini. Kami akan selalu mengenang memori baik tentangmu kawan. Semoga keberuntungan selalu menyertai kalian.  

Desember 2020, penantian akhirnya bersambut, kita mendapat cuti yang tak tanggung-tanggung, 2 bulan lamanya kita dapat merasakan hangatnya suasana rumah, merasakan kembali masakan ibu/bunda/mama/mami/umi. Dapat bercengkerama lagi dengan bapak/ayah/papa/papi/abi. dan beberapa rekanku yang “kuat” dapat merasakan kembali nyekar ke tempat peristirahatan terakhir orang terkasihnya.

Kata orang, semakin dewasa semakin bertambah pula kesadaran kita untuk “menahan”. Menahan segala sesuatu. Termasuk amarah, kesedihan, menahan rasa egois, dan.. menahan rindu.

Tak terasa sudah 2 kali kita ber lebaran idul fitri di kampus ini. Saling berbagi canda, bahagia, rasa sakit, keluhan, kesusahan, bahkan berbagi makanan hahaha. Entah lebaran idul adha nanti, masih menjadi misteri. Apakah kita akan cuti? better we’re not expecting too much, right?

Kita mungkin sudah terbiasa dengan itu, terbukti, sudah 2 tahun kita bersama sama di kampus kampili yang kita cintai ini.

Masa-masa nindya eloknya kita habiskan untuk saling mengenal satu sama lain. Oleh karena itu, banyak sekali kegiatan terobosan yang diselenggarakan, salah satunya yang paling berkesan yaitu kegiatan pesiar dalam kampus. Sebenarnya kegiatan itu menjadi paling berkesan karena ada cerita di balik kejadian di satu malam itu. Alhamdulillah/Puji Tuhan, ada kejadian di nindya praja untuk diceritakan nanti wkwk.

Terakhir, untuk menutup cerita singkat ini, izinkan saya untuk mencurahkan isi hati yang mungkin dapat mewakilkan angkatan kami. Sebagai nindya praja tentunya bertambah pula kedewasaan kita, tapi maafkan kami yang terkadang masih saja membuat ulah, wahai pengasuhku.

Tak bisa dipungkiri kami terkadang terbawa arus oleh ego, kami sering membuat kesalahan yang tak seharusnya kami lakukan, kami mungkin sering tidak mendengar apa yang menjadi arahanmu, dan kami mungkin bersikap tak acuh.

Kami praja gautama terutama di regional sulsel ini mengucapkan TERIMA KASIH BANYAK kepada Direktur Kampus IPDN Sulsel, para pengasuh kami, para dosen, para civitas akademika, dan pihak pihak yang telah berjasa bagi kami di sini.

Walaupun sebenarnya tidak ada rasa ucapan terima kasih yang cukup atas pengorbanan Bapak/Ibu sekalian.

Kepada seluruh pamong pengasuh terima kasih karena telah menyabarkan hati Bapak/Ibu, memutar otak berkali-kali, membuat tidur malam bapak/ibu menjadi lebih lambat, yang tanpa sepengetahuan kami Bapak/Ibu membela mati-matian hak kami, yang bersedia menjadi garda terdepan bagi kita saat rapat pleno yudisium tiba, terima kasih atas semua jasa yang telah Bapak.Ibu berikan kepada kami.

Apalah yang bisa kita balas untuk segala jasa bapak ibu sekalian.

Akhir masa nindya sudah dipelupuk mata, masa-masa perjuangan akan dimulai sebentar lagi, pertempuran untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai. Perjuangan untuk meraih masa depan yang kita impikan selama ini akan sebentar lagi kita tempuh. untuk itu, sebelum kita sibuk dengan urusan Laporan Akhir masing-masing, mari kita kenang memori selama 2 tahun kita disini.. semua rasa suka dan duka.

Rekan rekan ku akan kuberikan rasa terima kasih yang paling tulus kepada kalian..

Terima kasih telah membersamaiku untuk berproses di kampus ini, mendewasakan diri dengan segala keterbatasan, berinovasi untuk menyalurkan energi jiwa muda ini, selalu menemani di saat suka maupun duka, yang mungkin diam-diam mendoakan aku dalam sujudmu, dalam genggam tanganmu, dan dalam simpuhmu. Terima kasih, tanpa kalian mungkin aku tak bisa sekuat ini.

Semoga Tuhan selalu membukakan jalannya bagi kita.

😊

PRAJA GAUTAMA, BEKERJA DENGAN SEMPURNA

 

Halo, teman onlineku! How's life? Selamat datang di blog sederhana saya. Blog ini mungkin sangat random dan tak terarah. But, at least, I am being me. an INFP-T girl who want to knows every little thing which seems mysterious. Layaknya hidup. Hidup adalah perjalanan panjang. Sebagian mungkin terlahir dengan keberuntungan, seperempat lainnya menjadi manusia murka karena ditakdirkan untuk mengubah rencana yang telah mereka buat, dan sisanya hanyalah para penikmat alur kehidupan dengan menulis dan minum kopi. Salam damai, ZHOAF SHARAH

Komentar

Posting Komentar