aku sudah lupa bagaimana merasakan bahagia bersama teman-teman sejati.
kenangan yang tersisa sudah hilang bersamaan dengan kami yang beranjak dewasa.
tak pernah aku merasa sehampa ini di kerumunan teman-temanku sekarang.
hasrat yang kuat untuk tidak menampilkan diri semakin membara, saat menyadari teman-temanku hanya menggunakan otak dan pikiranku demi kebutuhan mereka.
aku bertanya-tanya...
tapi aku terlalu takut untuk mendengar jawaban mereka.
aku membuat ekspetasi sendiri, dan pada akhirnya terjatuh dalam kubangan realita yang gelap.
permasalahan dengan hati memang tidak ada habisnya.
bukan masalah pacar/ gebetan/ selingkuhan
lebih soal pertemanan.
sesungguhnya yang dikorbankan oleh seorang teman mungkin lebih besar dibanding seseorang yang menyayangi kita
pernah, tidak? merasakan hanya berjuang seorang diri?
sedang yang lain hanya melihatmu sedang berdarah-darah
dan mereka melupakan semua yang terjadi.
melupakan apa yang telah kau korbankan
melupakan semua rintangan yang harus kau lalui
memilih tidak urusan dengan apa yang kau perjuangkan.
padahal mereka tau apa kebenarannya
padahal mereka dengan jelas mengerti apa yang menjadi fokus permasalahan
padahal mereka bisa melakukan bantuan untukmu
tapi itu semua semu
yang dianggap nyata hanya semua alasan tak masuk akalnya
begitulah..
terasa tidak adil tapi itu nyata
lalu setelah semua ini
bolehkah aku merasa lelah?
walaupun sekali saja?
kenangan yang tersisa sudah hilang bersamaan dengan kami yang beranjak dewasa.
tak pernah aku merasa sehampa ini di kerumunan teman-temanku sekarang.
hasrat yang kuat untuk tidak menampilkan diri semakin membara, saat menyadari teman-temanku hanya menggunakan otak dan pikiranku demi kebutuhan mereka.
aku bertanya-tanya...
tapi aku terlalu takut untuk mendengar jawaban mereka.
aku membuat ekspetasi sendiri, dan pada akhirnya terjatuh dalam kubangan realita yang gelap.
permasalahan dengan hati memang tidak ada habisnya.
bukan masalah pacar/ gebetan/ selingkuhan
lebih soal pertemanan.
sesungguhnya yang dikorbankan oleh seorang teman mungkin lebih besar dibanding seseorang yang menyayangi kita
pernah, tidak? merasakan hanya berjuang seorang diri?
sedang yang lain hanya melihatmu sedang berdarah-darah
dan mereka melupakan semua yang terjadi.
melupakan apa yang telah kau korbankan
melupakan semua rintangan yang harus kau lalui
memilih tidak urusan dengan apa yang kau perjuangkan.
padahal mereka tau apa kebenarannya
padahal mereka dengan jelas mengerti apa yang menjadi fokus permasalahan
padahal mereka bisa melakukan bantuan untukmu
tapi itu semua semu
yang dianggap nyata hanya semua alasan tak masuk akalnya
begitulah..
terasa tidak adil tapi itu nyata
lalu setelah semua ini
bolehkah aku merasa lelah?
walaupun sekali saja?
Komentar
Posting Komentar