Dalam menjalani hidup ini, pasti akan menemukan hal-hal tak terduga. Baik berbekas indah maupun berbekas perih. Kita sering melupakan hal-hal kecil yang memiliki makna yang dalam. Menganggap semua hanya rutinitas. Setiap tahunnya selalu ada pengalaman yang dapat direnungi, untuk membenahi diri setahun ke depan.
Selama 14 tahun saya telah menjalani lika liku hidup. Walaupun belum merasakan semua pahit manisnya hidup, setidaknya ada pengalaman yang dapat dibuat untuk menjadi bahan refleksi jiwa.
Pengalaman adalah guru terbaik di hidupmu. Saya sangat sependapat dengan kalimat itu, karena setiap langkah yang kita ambil pasti mengandung alasan untuk memperoleh suatu tujuan. Tujuan utama setiap orang pasti menjadi bahagia, termasuk saya. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Mengambil hikmah disemua peristiwa.
Tetapi kadang kala emosi manusia memang tak terbendung. Akal sehat dimakan oleh geramnya hati, seperti kayu yang terbakar kobaran api. Dalam kemurkaan nafsu, mungkin hati dan pikiran tak mampu dikendalikan. Kemudian dalam keadaan seperti itu, kita akan mengambil keputusan yang salah. Lalu kita akan merasakan imbasnya di kemudian hari dengan rasa penyesalan yang teramat dalam.
Pada saat yang salah pun kita masih bisa mengambil pelajaran, yaitu berusaha menjadi pribadi yang tenang dalam keadaan segenting apapun. Semua penyesalan dan semua kebahagiaan selalu ada pengalaman berharga. Jika pengalaman itu buruk, maka cobalah untuk renungi setiap perilaku. Tetapi jika pengalaman itu baik maka catatlah di memori kita, agar selalu merasa bahagia jika mengingat-ingat kejadian itu.
"Menikmati seluruh perih, biar tak terlena di kesenangan"
Pengalaman adalah guru terbaik di hidupmu. Saya sangat sependapat dengan kalimat itu, karena setiap langkah yang kita ambil pasti mengandung alasan untuk memperoleh suatu tujuan. Tujuan utama setiap orang pasti menjadi bahagia, termasuk saya. Menjadikan pengalaman sebagai guru terbaik. Mengambil hikmah disemua peristiwa.
Tetapi kadang kala emosi manusia memang tak terbendung. Akal sehat dimakan oleh geramnya hati, seperti kayu yang terbakar kobaran api. Dalam kemurkaan nafsu, mungkin hati dan pikiran tak mampu dikendalikan. Kemudian dalam keadaan seperti itu, kita akan mengambil keputusan yang salah. Lalu kita akan merasakan imbasnya di kemudian hari dengan rasa penyesalan yang teramat dalam.
Pada saat yang salah pun kita masih bisa mengambil pelajaran, yaitu berusaha menjadi pribadi yang tenang dalam keadaan segenting apapun. Semua penyesalan dan semua kebahagiaan selalu ada pengalaman berharga. Jika pengalaman itu buruk, maka cobalah untuk renungi setiap perilaku. Tetapi jika pengalaman itu baik maka catatlah di memori kita, agar selalu merasa bahagia jika mengingat-ingat kejadian itu.
"Menikmati seluruh perih, biar tak terlena di kesenangan"
Komentar
Posting Komentar