apasih yang kamu harapkan waktu usia mu menginjak kepala 2?
20 tahun tak terasa berat berat amat. Tapi ada perubahan besar yang mewajibkanku untuk meninggalkan semua hal kekanak-kanakan. Ayahku kecelakaan, mungkin kalian malah merasakan hal yang lebih berat dari kisahku. Tapi untuk golongan keluarga yang berasal dari golongan gak tinggi gak juga rendah, hal ini terasa berat, semua rencana yang disusun mendadak buyar dan ibuku perlu rebudgeting anggaran(udah kayak dpr hehe). tentunya, hal itu berdampak ke my social life. semenjak itu aku selalu merasa menjadi shafa yang sedikit demi sedikit menanggalkan sifat sifat masa kecilnya. Allah memberiku waktu untuk menjadi dewasa pada umur 20 dengan kejadian yang tak terduga. aku juga bersyukur ayahku masih diberi kesempatan sembuh. Proses menjadi dewasa? hmm it seems very complicated to explain, but here's mine
orang dewasa identik dengan menahan, aku baru merasa perjuangan dari menahan itu sekarang. sulit sekali. betulan. bagi kamu yang tidak melewati perjuangan menahan bersyukurlah.
di usia ini juga, semua potongan potongan hidup orang-orang mengusik batin dan pikiran, hati penuh sesak oleh bayangan kesuksesan dan berbagai macam skill orang yg benar benar mumpuni. "padahal dulu aku di atasnya dulu aku lebih bisa, tapi ternyata dia punya bakat luar biasa, sedang aku gini gini aja" ucapku. rasa rasanya memang rasa sombong itu membuat kita seperti gelas yg selalu penuh. padahal jika didiamkan air dalam gelas juga bisa menguap. aku lupa tentang itu.
berbagai rasa insecurities yang kurasakan tiap harinya membuat rasa syukur itu hilang, padahal banyak hal yang harus kita syukuri tapi selalu dibutakan oleh kekurangan yang kita punya. everyone is fighting for theirselves. semua orang punya medan perjuangannya masing-masing, gaperlu dibandingin. gaperlu diusik juga. kita pun begitu.
masalah cinta yang gak serius serius amat yang kita jalani di usia 20 tahun juga sebenernya jadi lahan latihan untuk mendewasakan, latihan untuk bersikap di depan lawan jenis, latihan untuk membedakan urusan cinta dan urusan karir(profesional), latihan untuk berkomitmen, latihan untuk pulih dari kekecewaan, latihan untuk merasa baik-baik saja saat ada badai dalam kisah cinta, latihan untuk terlihat tegar, dan latihan latihan lainnya yang kita dapatkan saat usia menuju dewasa. mungkin beberapa orang tidak perlu mengalami ini, beberapa orang juga sanggup untuk menahan mengungkapkan cinta, beberapa orang terlihat biasa saja dengan keadaan dikecewakan oleh ekspetasi yang dibuatnya sendiri, beberapa orang memilih cinta dalam diam, yak itu juga termasuk latihan juga sih .-. yaudahlah apa pun itu pokoknya kita pasti belajar tentang yang namanya cinta di usia 20 tahun
latihan cinta di kepala 2 emang agaknya bisa dibilang sakral. agar punya bekal untuk mencari, menemukan, lalu bertahan.
perasaan yang lebih realistis tentang masa depan, perasaan bimbang dan bingung karena mimpi mimpi selalu dibatasi oleh situasi. perasaan khawatir akan masa depan selalu berada di pelupuk mata. berbagai kemungkinan di masa kini yang kian mengerikan. rasa malas yang semakin menjadi. saking banyaknya kemauan sampai sampai semua hanya menjadi angan angan tak berujung, hanya mengonggok tak terlaksana. ujung-ujungnya mengeluh dan failed lagi. lagi lagi di usia ini kita juga belajar perlunya aksi dibanding orasi. terkadang kita juga sampai lupa, bahwa seharusnya fa iza faragh ta fansab (maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan tetaplah bekerja keras untuk urusan lain).
menjadi dewasa butuh proses yang panjang. tentang bagaimana proses sosialisasi, cara kita merespon sesuatu, cara bertutur kata dan masih banyak yang lain.
juga tentang teman teman yang berkurang, teman teman yang berjuang di bidangnya masing-masing. aku kadang merasa senang dengan teman teman yang pelan pelan mulai menunjukkan keahliannya. ternyata ilmu kita bermanfaat juga, walau dulu pas sekolah juga banyak ngeluhnya :p akhirnya ada juga yang nyangkut dan diterapkan sampai sekarang dan seterusnya.
perihal berkarya, semua orang pasti hidup untuk makaryo. tak ayal, kita dulu waktu kecil sering banget les gitar, les GO, inten, les bahasa inggris, les piano, ikut club badminton, ikut sekolah sepak bola, ikut macam macam lah pokoknya. ya karena orang tua kita semata hanya ingin menjadi penyalur agar kita bisa menemukan apa yang cocok dan bermanfaat untuk kita ke depan. bersyukurlah kalian yang seperti itu. karena pada akhirnya orang tua kita hanya sebatas memberi fasilitas, yang menentukan kehidupanmu ya cuman kamu.
perasaan takut tentang orang-orang yang berbeda sifat dan karakternya di tanah rantau, perasaan bingung bingung karena merasa menjadi orang asing karena saat kita pulang dari rantau orang orang rumah menjadi beda. perasaan gembira saat liburan 2 hari, tp pas pulang berasa hampa. perasaan tentang ekspetasi yang kita buat sendiri untuk bisa sesegera mungkin membahagiakan orang tua.
perihal video motivasi yang tidak berpengaruh mau seberapa berpengaruh narasumbernya. ya balik lagi, hati ini harus siap dulu, hati ini harus ditata agar semua perubahan baik dapat melekat di hidup kita, gapapa kok ada kalanya kita ngerasa capek pengen nangis, tapi harus ingat juga rekor yang udah pernah kalian pecahin. aku bisa loh 5 bulan ga tidur pagi, aku bisa loh 5 bulan ga liat instagram, aku bisa loh menuhin target bacaku, dan lain lain. kan seneng yaa kalo target yang kita buat melebihi ekspetasi kita! terusss deh buat rekor rekor di hidup ini. ga perlu gede, ga perlu cepet cepet, asalkan jiwa kita terus konsisten itu udah sebuah pencapaian yang bagus :)
perasaan tentang sebentar lagi akan menginjak masa masa dewasa, memasuki dunia yang gitu gitu aja. :) udah deh segini aja dulu kalian boleh nambahin apapun pikiran kalian saat usia kalian 20 tahun. last but not least, aku berharap, semoga kita tidak bosan! salam hangat, shafa.
Komentar
Posting Komentar