Langsung ke konten utama

/ru·mah/ n

Sebuah tujuan juga sebuah ketenangan. Bangunan yang memiliki segudang kenangan. Tiap ingatan memiliki guratan tersendiri, ada yang indah pun ada yang buruk. Karena Tuhan itu adil, di tiap kelebihan ciptaan-Nya pasti memiliki kekurangan.
Seiring waktu, aku menyadari definisi rumah menjadi kabur. Dahulu selepas bermain aku sangat mendambakan rumah, rumah adalah tempat pulang,
Saat aku beranjak remaja, aku asyik mengelilingi kota dengan hingar bingar kisah klasik roman para remaja hingga aku lupa dan menjadi malas untuk pulang.
Lalu, di tempat perantauan kini semakin jauh dari rumah aku merasa rumahku sudah tidak di rumah lagi.
Saat kembali pulang ke rumah, senyum yang kudambakan tak sehangat dulu lagi, saat sapa melantun pun tidak mencairkan suasana lagi, lalu mana rumah yang menjadi tujuanku?
Rumah yang ada di kota asal? atau rumah yang sekarang menjadi tempat perantauan?
Makin lama dipikir makin muak saja.
Terlintaslah di pikiranku. Mungkin, sudah saatnya aku seperti ini. Mungkin, seperti ini rasanya menjadi dewasa.
Kebahagiaan tak selamanya ada di rumah
Kebahagiaan itu hanya terletak di hati; dan
hati manusia adalah misteri.
Halo, teman onlineku! How's life? Selamat datang di blog sederhana saya. Blog ini mungkin sangat random dan tak terarah. But, at least, I am being me. an INFP-T girl who want to knows every little thing which seems mysterious. Layaknya hidup. Hidup adalah perjalanan panjang. Sebagian mungkin terlahir dengan keberuntungan, seperempat lainnya menjadi manusia murka karena ditakdirkan untuk mengubah rencana yang telah mereka buat, dan sisanya hanyalah para penikmat alur kehidupan dengan menulis dan minum kopi. Salam damai, ZHOAF SHARAH

Komentar

Posting Komentar