“I stopped right there
You found a new home
And I should be happy.”
Bahagia?
Dia bahagia, saya tidak
Saya bahagia, dia tidak
Aku bingung
Terbelenggu, akan makna hakiki dari satu rasa
Ubun ubun melayang
Hati mengepak tak tahu arah
Otak terdiam membeku
Komposisi dalam jiwa sudah tidak padu
Nasib selalu ingin berlarian dengan “mau”
Dan akhirnya yang lemah ini hanya bisa gontai mengikutinya
Apalah artinya dunia?
Kata orang bijak, jangan iri dengki ataupun cemburu
Aku tidak mengelak
Memang benar begitu adanya
Aku bukan patung bukan?
Lantas apakah aku harus terdiam kaku?
Sudah lama aku tidak bersyair
Ah Tuhan mengapa kenapa bagaimana?
Apa semesta memang ingin begini adanya?
Kirimkan lah angin yang bisa mengarahkan aku Tuhan
Berilah aku tanda tanda di langit malam yang meneduhkan
Berilah aku kesempatan mendengar bisikan pepohonan yang
rimbun di hutan sana
Berilah aku petunjuk dari suara lembut ombak di pantai
Karena
Aku sekarang lebih percaya dan lebih suka
Berinteraksi dengan yang bisa mendengarkan kebisingan dan
keriuhan dalam jiwaku Tuhan
dengan tulus.
Yang bisa kuanggap sebagai rumah
Tanpa perlu pindah.
Aku ingin menetap
Karena prosesi pindah rumah itu sangatlah rumit
Tapi itu dulu
Sekarang
Aku ingin menetap
Karena
Bukan karena rumit lagi
Tapi karena aku telah nyaman.
Ah Tuhan mengapa kenapa bagaimana?
Apa semesta memang ingin begini adanya?
Bahagia itu apa?
Komentar
Posting Komentar